Tentara Rakyat
"Siapa mereka!!"
"Biasa, tentara langit"
"Siapa namanya?"
"Ah, mereka kan hanya sekrup-sekrup, mana ada sekrup punya nama"
"Lalu siapa yang punya nama"
"Yang punya nama tentu mesinnya"
"Lalu siapa mesinnya"
"Ah, itu tanya saja di Cilangkap sana"
Sepenggal obrolan itu meruap entah kemana, aneh juga kalau di pikir, masa obrolan yang bisa meruap? Tetapi justru itu indahnya, obrolan di setiap pematang dan perempatan bisa berarti apa saja. Pembunuhan, makar atau justru rencana menembaki rakyat.
"Ah, menembak rakyat? Mana mungkin, mana ada tentara yang lahir dan di besarkan rakyat tega memakan bapak ibunya sendiri. Itu masa lalu, masa-masa dimana gelap sejarah hanya berisi hantu dan mahluk jadi-jadian"
"Lho, bukannya kita ada di masa lalu?"